Lompat ke konten utama

Kalta Bina Insani

News

Kajian Penilaian Biaya Layanan Kapitasi Pensiunan PT Pertamina

Kajian Penilaian Biaya Layanan Kapitasi Pensiunan PT Pertamina Kajian ini merupakan proyek strategis yang dilaksanakan KBI Consulting untuk mendukung perumusan skema pembiayaan kesehatan yang adil, transparan, dan berbasis data. Kajian ini dirancang untuk mengevaluasi dan menghitung struktur kapitasi bagi puluhan ribu pensiunan di berbagai unit layanan kesehatan, dengan pendekatan aktuaria dan analisis utilisasi berbasis klaim riil. Menggunakan metode pure capitation calculation, analisis stabilitas data, serta pemodelan proyeksi tren, KBI memastikan bahwa setiap rekomendasi didasarkan pada prinsip kehati-hatian finansial dan keberlanjutan sistem.Melalui analisis komprehensif terhadap pola utilisasi, distribusi klaim, dan skema pembiayaan layanan termasuk kasus katastropik, KBI menyusun kerangka rekomendasi strategis untuk mendukung negosiasi kontrak yang berkeadilan antara para pihak. Kajian ini juga mengeksplorasi alternatif model pembayaran yang lebih adaptif terhadap risiko dan dinamika biaya medis. Proyek ini menegaskan posisi KBI sebagai mitra terpercaya dalam merancang model pembiayaan kesehatan korporasi yang presisi, berbasis bukti, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

Kajian Peningkatan Akses Layanan Leukimia Indonesia

Kajian Peningkatan Akses Layanan Leukimia Indonesia Kajian komprehensif yang dilaksanakan untuk menjawab tantangan kesenjangan akses dan pembiayaan layanan leukemia di Indonesia. Di tengah meningkatnya beban penyakit tidak menular (NCDs) dan populasi yang terus menua, studi ini menyoroti urgensi reformasi kebijakan guna memastikan hak atas layanan kesehatan yang setara bagi seluruh pasien leukemia, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Kajian ini mengintegrasikan analisis kebijakan, pembiayaan kesehatan, serta perspektif klinis untuk memetakan hambatan sistemik dalam penyediaan layanan yang berkualitas. Melalui pendekatan berbasis data dan konsultasi mendalam dengan klinisi, pembuat kebijakan, serta pemangku kepentingan kunci, studi ini menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat skema pembiayaan, meningkatkan efisiensi tarif INA-CBG, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi diagnostik dan terapi inovatif. Hasil kajian ini menjadi rujukan dalam mendorong perbaikan kebijakan reimbursement dan transformasi layanan kanker nasional, sekaligus menegaskan peran KBI sebagai mitra strategis dalam menghadirkan solusi kebijakan kesehatan yang berdampak nyata dan berkelanjutan.

Kajian Perluasan Layanan Jantung di Indonesia

Kajian Perluasan Layanan Jantung di Indonesia Analisis Strategis Perluasan Layanan PCI Berbasis IVUS dalam Skema JKN merupakan proyek yang dilaksanakan KBI Consulting & Training untuk mendukung penguatan layanan penyakit jantung di Indonesia. Berangkat dari tantangan akses dan keterbatasan pemanfaatan teknologi intervensi kardiovaskular dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kajian ini berfokus pada identifikasi peluang implementasi kebijakan perluasan layanan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) yang dipandu Intravascular Ultrasound (IVUS). Dengan pendekatan berbasis bukti, KBI menghadirkan analisis komprehensif guna mendorong peningkatan kualitas layanan, akurasi tindakan medis, serta pemerataan akses bagi pasien penyakit jantung koroner.Melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan kunci di sektor kesehatan, termasuk forum multidisiplin bersama klinisi dan ahli pembiayaan kesehatan, KBI menyusun white paper strategis yang memberikan rekomendasi realistis dan terukur bagi implementasi kebijakan. Hasil kajian ini menghasilkan peta jalan kebijakan dan rekomendasi implementatif yang menjadi rujukan dalam diskusi perluasan layanan PCI berbasis IVUS di tingkat nasional. Proyek ini menegaskan peran KBI sebagai mitra terpercaya dalam menjembatani aspek klinis, kebijakan, dan pembiayaan kesehatan untuk menghasilkan solusi yang berdampak nyata bagi penguatan sistem layanan jantung di Indonesia. Dokumen lengkap dapat dibaca disini : Klik Disini

Kajian Kebijakan Penghapusan Masa Tunggakan JKN Peserta PBPU

Kajian Kebijakan Penghapusan Masa Tunggakan JKN Peserta PBPU Kajian ini merupakan hasil kerja sama antara PT Kalta Bina Insani dan BPJS Kesehatan untuk menganalisis preferensi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) terhadap rencana kebijakan penghapusan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).Studi ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah peserta PBPU yang menunggak, dengan nilai tunggakan yang terus meningkat. Kajian dilakukan melalui metode penelitian campuran di 5 provinsi terpilih, yaitu Riau, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Pendekatan kuantitatif dilaksanakan berupa survei singkat peserta PBPU kelas 3 menunggak 24 bulan, peserta aktif dan peserta on/off, serta analisis data sekunder. Sedangkan metode kualitatif dilakukan melalui FGD bersama peserta PBPU kelas 3 menunggak 24 bulan serta wawancara mendalam dengan Kader JKN dan petugas BPJS Kesehatan kantor cabang. Temuan menunjukkan bahwa penyebab utama tunggakan adalah keterbatasan ekonomi struktural dan pendapatan yang tidak tetap, bukan semata persoalan kepatuhan administratif.Terkait opsi kebijakan, mayoritas responden (57,56%) menyatakan tidak setuju apabila penghapusan hanya dilakukan sebagian melalui pembatasan masa tunggakan dari 24 bulan menjadi 12 bulan, karena sisa tunggakan dinilai masih terlalu besar dan tetap sulit dilunasi. Bahkan, dalam skema tersebut, banyak responden menyatakan tetap tidak mampu melunasi kewajiban yang tersisa.Sementara itu, 99% responden menyatakan setuju terhadap penghapusan tunggakan total. Namun demikian, temuan penting menunjukkan bahwa 65,4% responden tetap menyatakan tidak mampu melanjutkan pembayaran iuran rutin apabila besaran iuran tetap seperti saat ini, meskipun tunggakan telah dihapuskan. Hal ini menegaskan bahwa persoalan tunggakan berkaitan erat dengan kemampuan bayar jangka panjang.Simulasi kebijakan menunjukkan bahwa penghapusan tunggakan berpotensi meningkatkan jumlah peserta aktif, namun kontribusinya terhadap penerimaan iuran relatif terbatas dibandingkan potensi peningkatan biaya layanan.Kajian ini merekomendasikan penghapusan tunggakan secara selektif dan berbasis data, disertai penguatan desain kebijakan penetapan besaran iuran dan mekanisme pembayaran yang lebih adaptif, guna menjaga keberlanjutan pembiayaan JKN dan mencegah terbentuknya tunggakan baru.

Kajian Analisis Kemampuan dan Kemauan Membayar Iuran pada Peserta PBPU Program JKN

Kajian Analisis Kemampuan dan Kemauan Membayar Iuran pada Peserta PBPU Program JKN Kajian ini merupakan hasil kerja sama antara PT Kalta Bina Insani dan BPJS Kesehatan untuk menganalisis kemampuan (Ability to Pay/ATP) dan kemauan membayar (Willingness to Pay/WTP) iuran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kajian ini menggunakan metode penelitian campuran (kuantitatif dan kualitatif), di mana metode kuantitatif dilakukan melalui survei kepada keluarga PBPU di 10 provinsi terpilih, yaitu Provinsi Lampung, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara pendekatan kualitatif dilakukan di 3 provinsi terpilih berupa FGD dan di tingkat nasional berupa FGD dan wawancara mendalam dengan stakeholder relevan. Studi ini menjawab tantangan tingginya angka peserta PBPU tidak aktif, di mana penyebab utamanya adalah keterbatasan keuangan dan pendapatan yang tidak menentu. Temuan menunjukkan bahwa skema iuran saat ini berupa nominal per kelas perawatan masih bersifat regresif dan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan berbasis kemampuan finansial keluarga. Melalui rekomendasi skema iuran proporsional (minimal 5% dari total pendapatan keluarga), kajian ini menawarkan model pembiayaan yang lebih adil, adaptif, dan berkelanjutan. Sebanyak 95% responden menyatakan bersedia membayar iuran berbasis persentase pendapatan, dan simulasi menunjukkan potensi peningkatan penerimaan iuran secara signifikan sekaligus menekan risiko tunggakan. Kajian ini dapat menjadi rujukan strategis dalam reformasi kebijakan iuran PBPU guna memperkuat keberlanjutan pembiayaan JKN dan meningkatkan kepatuhan peserta secara jangka panjang.

Kajian Advokasi Peningkatan Akses Layanan Kanker Paru

Kajian Advokasi Peningkatan Akses Layanan Kanker Paru Kanker paru adalah penyebab kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia dimana implementasi kebijakan penatalaksanaannya yang belum menyeluruh dan terintegrasi mengakibatkan inefisiensi belanja kesehatan. Pemeriksaan molekuler esensial untuk mendapatkan terapi yang tepat (precision medicines) sesuai standar medis yang meliputi EGFR, IHK ALK dan IHK PD-L1, saat ini belum dapat diimplementasikan seluruhnya karena ketidakcukupan tarif INA-CBGs sehingga berdampak pada peningkatan beban finansial, psikososial, dan emosional pada pasien dan/atau keluarga. Kajian Advokasi Peningkatan Akses Layanan Kanker Paru merupakan langkah inisiatif yang dilakukan oleh KBI Research, Consulting, and Training berkolaborasi dengan Roche Indonesia. Pada kajian ini kami melakukan studi mengenai kepositifan ALK PD-L1 di Indonesia sebagai bukti berbasis data yang mendukung pemangku kebijakan dalam mengambil keputusan perihal perluasan akses layanan kanker paru.  Melalui kolaborasi bersama pemerintah, asosiasi profesi, asosiasi medis, dan akademisi kami juga menghasilkan lembar kebijakan sebagai rekomendasi bagi pemangku kepentingan. Lembar kebijakan ini merekomendasikan perluasan akses pemeriksaan IHK ALK dan IHK PD-L1 melalui program JKN. Sejalan dengan rencana Pemerintah untuk mengimplementasikan kode Ina-Grouper khusus untuk diagnostik, inklusi pemeriksaan IHK pada tarif non-CBGs atau penyesuaian tarif INA-CBGs terkait dapat mendukung efisiensi anggaran dan peningkatan manfaat JKN khususnya bagi pasien kanker paru. Dokumen lengkap dapat dibaca disini : Klik Disini

Kajian Vaksinasi Herpes Zoster pada Dewasa dan Lansia

Kajian Vaksinasi Herpes Zoster pada Dewasa dan Lansia Kajian Vaksinasi Herpes Zoster pada Dewasa dan Lansia merupakan inisiatif strategis yang dilaksanakan oleh KBI Research, Consulting & Training bekerja sama dengan GlaxoSmithKline (GSK)  untuk mendukung penguatan sistem kesehatan preventif di Indonesia. Melalui kajian ini, KBI menghadirkan analisis berbasis data dan perspektif strategis untuk mendorong pengembangan program vaksinasi dewasa yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Fokus utama kajian adalah menyajikan data dan informasi dalam upaya memperkuat perlindungan kelompok dewasa dan lansia terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, sekaligus membuka peluang inovasi kebijakan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat di era penuaan populasi. Didukung kolaborasi erat dengan kementerian, lembaga nasional, dan asosiasi profesi kesehatan, menghasilkan sebuah white paper strategis yang dirancang untuk membantu pengambil kebijakan memperluas akses vaksinasi dewasa di Indonesia. Proyek ini menegaskan komitmen KBI dalam mendukung transformasi sistem kesehatan yang lebih tangguh melalui perlindungan kelompok rentan.  White paper lengkap dapat dibaca disini : Klik Disini

Sebelum Menikah, Jangan Lupa Jalani Tes Kesehatan Ini

Poppy Fadhilah PERNIKAHAN adalah tujuan akhir setiap pasangan. Menikah tidak hanya membutuhkan rasa cinta dan sayang, tapi juga kesehatan lahir dan batin dari kedua mempelainya. Selain melakukan segala persiapan khas pernikahan seperti dekorasi, fitting baju, dan katering, penting halnya bagi para calon pengantin untuk memeriksa kesehatan dan melakukan sejumlah tes sebelum melangsungkan pernikahan. Premarital Check-up atau pemeriksaan kesehatan pranikah, penting dan memiliki sejumlah manfaat, yaitu mengenali kondisi kesehatan, risiko, hingga riwayat masalah kesehatan calon pengantin. Hal ini dilakukan supaya calon pengantin dapat melakukan upaya pencegahan dan penanganan kesehatan sedini mungkin. Apa saja yang harus dites? Berikut pemeriksaan yang perlu dilakukan sebelum menikah melansir dari video edukasi yang diunggah Dokter Gilang : Pemeriksaan Golongan Darah dan Rhesus Ini adalah pemeriksaan yang penting dilakukan. Berfungsi untuk menghindari perbedaan rhesus antara bayi dan ibunya kelak. Rh-negatif pada perempuan dan Rh-positif pada laki-laki memiliki resiko menimbulkan ketidaksesuaian yang berakibat fatal pada anak. 2. Pemeriksaan Darah Lengkap Terdiri dari serangkaian tes yang mencakup leukosit, hematokrit, trombosit, Hb, eritrosit, hingga laju endap darah. Pemeriksaan darah lengkap tujuannya untuk mengetahui keadaan umum masing-masing calon pengantin. Bagi perempuan, pemeriksaan tingkat Hb akan membantu mengetahui risiko thalassemia. 3. Pemeriksaan TORCH Terdiri dari Toxoplasma, Rubella, Citomegalovirus, dan Herpes. Pemeriksaan TORCH bertujuan untuk menghindari cacat bawaan pada janin dan katarak congental, serta kemungkinan komplikasi lainnya. Pemeriksaan ini juga berfungsi untuk menghindari keguguran dan kelahiran prematur. 4. Pemeriksaan Hepatitis B, HIV, dan Sifilis Pemeriksaan ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan transmisi atau penularan antar pasangan melalui hubungan seksual serta dari ibu ke bayi. 5. Pemeriksaan Gula Darah Tujuannya untuk menilai risiko diabetes di masa mendatang dan kemungkinan diabetes selama kehamilan. 6. Pemeriksaan Kesuburan Diperlukan pemeriksaan ini untuk menilai kesehatan reproduksi masing-masing pihak dan merencanakan kehamilan. Calon pengantin, jangan lupa periksa semua ya! (mrt)

6 Manfaat Buah Naga Merah untuk Diet Turunkan Berat Badan

Poppy Fadhilah Manfaat buah naga merah untuk diet bisa membantu niatan Anda menurunkan berat badan terpenuhi.  Selain itu, buah ini memiliki bentuk luar yang unik dan rasa yang enak. Daging buah naga terasa manis dan punya bintik-bintik. Tidak hanya enak dimakan, buah naga mengandung sejumlah manfaat yang baik untuk kesehatan. Satu hal spesial lagi, buah naga bisa jadi pilihan baik bagi Anda yang sedang diet. Hal ini karena buah naga dapat membantu Anda turunkan berat badan. Penasaran? Berikut manfaat buah naga merah untuk diet : 1. Tinggi Nutrisi Buah naga punya kalori yang rendah. Hal ini tentu kabar gembira bagi Anda yang sedang dalam program diet. Selain itu, buah naga juga mengandung vitamin, mineral yang penting serta serat makanan. Selain nutrisi penting, buah naga memasok senyawa tanaman bermanfaat seperti polifenol, karotenoid, dan betacyanin. Dalam satu porsi buah naga mengandung protein, karbohidrat, serat, zat besi, magnesium, vitamin C dan vitamin E. 2. Kaya Serat Serat makanan adalah karbohidrat yang tidak dapat dicerna yang memiliki banyak manfaat kesehatan potensial. Dengan kandungan 7 gram per porsi, buah naga adalah pilihan yang sangat baik untuk penuhi kebutuhan serat harian Anda. Serat di dalam buah naga akan membantu pencernaan Anda. Ini akan membuat perut kenyang untuk waktu yang lama. Akibatnya, Anda bisa menahan diri untuk makan berulang kali. Ini akan mengurangi berat badan dengan sangat cepat. Tidak hanya membantu rasa kenyang, tetapi serat ini juga membantu menstabilkan kadar gula darah dan dapat mencegah produksi insulin berlebih yang mendorong penambahan berat badan. Meskipun serat mungkin paling terkenal karena perannya dalam pencernaan, penelitian menunjukkan bahwa serat juga berperan dalam melindungi terhadap penyakit jantung, mengelola diabetes tipe 2, serta menjaga berat badan yang sehat. 3. Meningkatkan Kesehatan Usus Usus Anda adalah rumah bagi sekitar 100 triliun mikroorganisme yang beragam, termasuk lebih dari 400 spesies bakteri. Mengingat buah naga mengandung prebiotik, ini berpotensi meningkatkan keseimbangan bakteri baik di usus Anda. Prebiotik adalah jenis serat khusus yang mendorong pertumbuhan bakteri sehat di usus Anda. Secara khusus, buah naga meningkatkan pertumbuhan dua keluarga bakteri sehat: bakteri asam laktat dan bifidobacteria. Mengonsumsi prebiotik secara teratur dapat mengurangi risiko infeksi pada saluran pencernaan dan diare Anda. Ini karena prebiotik mendorong pertumbuhan bakteri baik, yang diyakini para peneliti dapat mengalahkan bakteri jahat. Buah naga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri sehat di usus, yang berhubungan dengan saluran pencernaan yang sehat. 4. Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh Anda Sebagai antioksidan kuat, vitamin C dan karotenoid dapat menetralkan radikal bebas. Sehingga dapat meningkatkan…

7 Manfaat Buah Kedondong untuk Ibu Hamil, Bisa Tingkatkan Imunitas

Poppy Fadhilah MANFAAT buah kedondong untuk ibu hamil ternyata cukup banyak lho. Setidaknya ada tujuh khasiat yang bisa didapat jika mengonsumsinya secara baik dan teratur. Pasalnya, buah kedondong memiliki sejumlah kandungan nutrisi yang baik untuk ibu hamil. Buah kedondong sendiri adalah salah satu buah tropis yang mudah ditemukan di Indonesia. Walaupun memiliki rasa asam, buah kedondong disukai berbagai kalangan. Buah berwarna hijau kekuningan ini kerap dijadikan rujak atau asinan. Satu buah kedondong memberikan energi 48 Kkal, 1 gram protein, 12 gram karbohidrat, 233 IU vitamin A, 30 mg vitamin C, 15 mg kalsium, 3 mg zat besi, dan 22 gram fosfor. Buah kedondong juga mengandung serat makanan dan vitamin B kompleks seperti tiamin dan riboflavin. Buah kedondong cukup melekat dengan ibu hamil. Bernama ilmiah Spondias dulcis, buah kedondong memberi beberapa manfaat untuk ibu hamil. Buah kedondong muda digunakan untuk mengobati masalah perut dan membantu wanita dalam persalinan. Selain itu, masih ada manfaat lain buah kedondong untuk ibu hamil. Apa saja? Berikut tujuh di antaranya, seperti dinukil dari Healthbenefitstimes, Rabu (13/1/2021). 1. Tingkatkan sistem kekebalan tubuh Buah kedondong kaya vitamin C. Buah ini meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh atau imunitas. Ini juga meningkatkan pembentukan kolagen dan bisa mempercepat proses penyembuhan luka ibu yang baru saja melahirkan. Buah ini juga mengandung antioksidan dan membantu mencegah kerusakan akibat radikal bebas. 2. Atasi anemia Kandungan zat besi dalam 100 gram kedondong dapat membantu pembentukan sel darah merah. Selain zat besi, ternyata buah kedondong juga mengandung vitamin B1 yang membantu dalam produksi sel darah merah dan meningkatkan aliran oksigen ke seluruh tubuh serta mencegah anemia, termasuk pada ibu hamil. 3. Bantu obati batuk Ekstrak daun kedondong cukup bermanfaat untuk mengobati batuk. Diperlukan 3 sampai 4 lembar daun kedondong segar direbus dengan dua gelas air. Lalu didiamkan selama beberapa menit. Kemudian saring rebusan itu dan minum dengan madu sesuai selera. Selain daunnya, buah kedondong juga bisa digunakan untuk mengobati batuk. Caranya parut 2 atau 3 buah buah kedondong dan peras airnya. Anda bisa menambahkan sedikit garam dalam ekstrak ini. Minumlah tiga kali sehari untuk meredakan batuk. 4. Mengobati sakit kulit Seperti sudah disebutkan, kedondong mengandung vitamin C dalam jumlah yang baik, sehingga dapat membantu memperbaiki jaringan dan memberi nutrisi pada kulit. Ini meningkatkan produksi kolagen dan meningkatkan kecantikan kulit, termasuk pada ibu hamil. Kedondong juga digunakan untuk mengobati penyakit kulit. Daun kedondong direbus dan ekstraknya digunakan sebagai pengganti body lotion dan pelembap. Secara tradisional, akar pohonnya digunakan untuk mengobati kulit…